Jumat, 05 Maret 2010

Hakikat Kebahagiaan

Harapan duniawi yang mereka harapkan dan idamkan

Mungkin terupaya, atau tinggal angan-angan

Dan sebentar, laksana salju di padang pasir

Yang gemerlap sejam-dua, ia pun menghilang

Lantar ku kecup bibir piala tanah ini

Dalam mencari makna wujud hidup di sini

Kala bibir bersambut, berbisik ia “sekali lagi”

Hidup, minum, maut memutus jalan ini

Coba pikir; di persinggahan yang bobrok ini

Bersambung siang dan malam silih berganti

Dengan megah raja demi raja bermukim

Sejam-dua, untuk segera berangkat lagi

Jangan terpesona umat yang luhur

Serba recok beresok lepas di angina liar

Dan puaskan jarimu menggerayang rambut

Jika hidup secetus ini, teman kau pakai

Penyingkap rahasia itu, cepatlah ! wahai

Selembar rambut mungkin beda benar dan palsu

Dan pada apa konon bergantung hidup ini ?

( Umar Khayyam)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar